Showing posts with label Dunia Antariksa. Show all posts
Showing posts with label Dunia Antariksa. Show all posts

Tuesday, January 10, 2012




Ada Teknologi Indonesia Di sini


Tak dinyana. Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) pun memakai teknologi buatan Indonesia, Yaitu teknologi pemindai atau Electrical Capacitance Volume Tomography (ECVT) temuan anak bangsa. ECVT adalah satu-satunya teknologi yang mampu melakukan pemindaian dari dalam dinding ke luar dinding seperti pada pesawat ulang-alik. NASA mengembangkan sistem pemindai komponen dielektrik seperti embun yang menempel di dinding luar pesawat ulang-alik yang terbuat dari bahan keramik. Zat seperti itu bisa mengakibatkan kerusakan parah pada saat peluncuran karena perubahan suhu dan tekanan tinggi.



Adalah Warsito P. Taruno yang mengembangkan ECVT, bermula dari tugas akhir Warsito ketika menjadi mahasiswa S-1 di Fakultas Teknik Jurusan Teknik Kimia, Universitas Shizuoka, Jepang, tahun 1991. Ketika itu pria kelahiran Solo pada 1967 ini ingin membuat teknologi yang mampu “melihat” tembus dinding reaktor yang terbuat dari baja atau obyek yang opaque (tak tembus cahaya). Dia lantas melakukan riset di Laboratorium of Molecular Transport di bawah bimbingan Profesor Shigeo Uchida.



Tidak itu saja, Warsito melalui Ctech Labs (Center for Tomography Research Laboratory) Edwar Technology yang didirikannya telah memproduksi Robot bernama Sona CT x001, sebuah Robot yang dibekali dua lengan untuk memindai tabung gas. Alat ini sudah dipesan PT Citra Nusa Gemilang, pemasok tabung gas bagi bus Transjakarta. Perusahaan migas Petronas juga tertarik pada alat buatannya. Kini mereka masih dalam tahap negosiasi harga dengan perusahaan raksasa milik pemerintah Malaysia tersebut. Edwar Technology juga mendapat pesanan dari Departemen Energi Amerika Serikat. Nilai pesanan lumayan besar, denagn nilai US$ 1 juta atau sekitar Rp 10 miliar.




sumber :http://www.kaskus.us/showthread.php?p=496521627#post496521627

Friday, January 6, 2012

http://static.inilah.com/data/berita/foto/1815536.jpg
Sydney - Mungkin Bulan dan Bumi memang hampir mirip, karena kemiripan beberapa senyawa dari dua objek angkasa tersebut.

Zat mineral yang dibawa oleh para astronot dari Bulan beberapa dekade lalu ditemukan pula pada batuan di Australia yang berumur sekira satu miliar tahun, ungkap para ilmuwan.

Tranquility adalah satu dari tiga jenis mineral yang ditemukan pada batuan di Bulan. Sebelumnya diperkirakan hanya berada di Bulan, kini sudah ditemukan bukti keberadaannya di Bumi. Demikian seperti yang dikutip dari ST.

http://202.58.40.60/elements/img/article/638x359/skynews_704180.jpg

Ilmuwan Australia, Birger Rasmussen, mengatakan bahwa jenis mieral tersebut ditemukan di formasi batuan di barat Australia.

"Dalam kurun waktu 40 tahun, mineral tersebut diperkirakan hanya berada di luar Bumi, hingga akhirnya ditemukan juga di Bumi," ujar Rasmussen dari Curtin University.

http://www.nation.com.pk/print_images/480/2012-01-06/rare-moon-mineral-found-in-australia-1325791421-7457.jpg




sumber :http://teknologi.inilah.com/read/detail/1815536/mineral-bulan-ditemukan-di-batuan-australia

Thursday, January 5, 2012


Tujuh Temuan Besar Antariksa 2010


Bidang Astronomi mencatat prestasi mengagumkan. Tahun 2010 dilalui dengan sederet temuan baru yang spektakuler. Banyak hal dijagat raya tersingkap.
Laman space.com mencatat tujuh temuan yang patut diacungi jempol. Temuan ini bukan hanya penting bagi kemajuan ranah antariksa, namun juga berpengaruh besar bagi peradaban umat manusia pada masa mendatang. Berikut temuan bidang antariksa sepanjang 2010

1. PLANET KEMBARAN BUMI

Spoiler for pic:

Berita yang telah lama dinanti itu hadir pada September. Sebuah planet yang mirip Bumi diduga ada di angkasa. Ia bukan lagi sekadar ilusi atau mimpi. Hampir semuanya identik, bahkan ukurannya seperti Bumi. Sang planet diberi nama Gliese 581g..
Temuan itu diungkap oleh para astronom dari Universitas California Santa Cruz. Steven Vogt, salah satu anggota tim, menyatakan, terdapat kondisi yang menunjang bagi adanya air di sana. Karenanya Vogt yakin manusia bisa hidup dan menetap. Tapi, beberapa astronom lain mengingatkan bahwa temuan ini masih terlalu dini.

2. SAMPEL DEBU ASTEROID

Spoiler for pic:

Wahana antariksa Jepang, Hayabusha, membawa pulang kado spesial bagi sains dunia. Penjelajahannya sukses membawa sampel debu asteroid yang diambil dari sumbernya langsung.
Debu berasal dari permukaan asteroid Itokawa yang berjarak 2 miliar km dari Bumi. Hayabusah yang berarti elang, menempuh perjalanan selama 7 tahun untuk sampai ke asteroid itu.
Pengambilan sampel dilakukan langsung oleh wahana antariksa itu. Bukan perkara mudah mendarat di Itokawa. Sebab baru pada percobaan kedua misi berhasil dituntaskan.
Hayabusha tiba kembali ke Bumi pada 13 Juni lalu. Ia setidaknya membawa sebanyak 1.500 butiran debu asteroid yang sangat penting bagi bidang sains dan pengetahuan.

3. HIDUP DENGAN ARSENIK

Spoiler for pic:

Gara-gara Badan Pengembangan dan Antariksa Nasional AS (NASA) berencana menggelar konferensi ilmiah bertajuk "Diskusi tentang Temuan Astrobiologi untuk Mengungkap Kehidupan di Luar Bumi", spekulasi pun merebak.
Sebagian pemerhati sains dan wartawan menduga peneliti NASA telah melacak makhluk angkasa yang berada di salah satu bulan Saturnus, Titan, yang mampu hidup pada kondisi lingkungan penuh gas beracun.
Pada kenyataannya tidak seheboh yang dikira. Peneliti mengklaim hanya menemukan mikroba di Bumi yang memakan arsenik. Makhluk itu kemudian disebut GFAJ-1.
Ia bisa mentransformasikan racun ke dalam DNA-nya. Perilakunya ini membuktikan bahwa makhluk hidup bisa bertahan dalam kondisi apa pun dari yang sebelumnya dibayangkan.
Lebih jauh, temuan itu membuka peluang bagi upaya pencarian tanda-tanda kehidupan di luar angkasa. Keraguan mengemuka dari peneliti lain terkait kebenaran makhluk yang bisa hidup dari arsenik. Pembuktiannya patut dinanti, seperti pula klaim adanya kehidupan di meteorit Martian ALH 84001.

4. MATAHARI 'BANGUN DARI TIDURNYA'

Spoiler for pic:

Para ilmuwan menjuluki fenomena itu sebagai tsunami Matahari. Sekitar Agustus lalu, Matahari mengalami aktivitas luar biasa. Terjadi serangkaian ledakan besar di permukaan bintang yang terdekat dengan Bumi itu.
Energi ledakan melintasi angkasa sepanjang 93 juta mil. Ledakan tersebut menghasilkan aurora di langit. Ini merupakan siklus yang akan berakhir 11 tahun lamanya, ditandai dengan naik turunnya tingkat gelombang elektromagnetik, semburan api, dan cahaya.
Ada kekhawatiran, dampak ledakan bisa merusak satelit komunikasi yang mengorbit Bumi. Tidak diragukan, Matahari berada pada periode teraktif. Ia seolah bangun dari tidurnya.

5. MATERI GELAP TERIDENTIFIKASI

Spoiler for pic:

Bertahun-tahun materi gelap menjadi misteri. Padahal, unsur itu melingkupi 80% materi jagat raya. Namanya disematkan karena sangat sulit dilihat oleh instrumen luar angkasa.
Akan tetapi, para ahli astro fisika membuat terobosan besar. Mereka berhasil mengidentifikasi tanda-tanda materi gelap ini. Dari situ ada harapan untuk menyingkap segala hal tentangnya. Salah satu temuan menyangkut partikel materi gelap. Partikelnya berciri antipartikel. Ia akan menghancurkan apa pun yang berada di dekatnya.
Para peneliti menduga, tanda dari partikel materi gelap yakni adanya sinar gamma penghancur. Teleskop antariksa Fermi pernah mendeteksi gelombang sinar gamma dari pusat galaksi yang lebih terang dari perkiraan semula.
Ada kemungkinan kejadian berasal dari partikel materi gelap yang sedang bereaksi antipartikel. Berdasar data aktivitas radiasi ini, materi gelap terdiri dari partikel yang disebut WIMP (weakly interacting massive particles). Partikel itu memiliki massa sembilan kali lebih besar dari proton.
Peneliti juga menduga adanya semacam cross section yang menjelaskan kerapatan kaitan artikel. Temuan itu merupakan langkah besar dalam upaya menyingkap selubung misteri materi gelap.

6. PERTEMUAN DENGAN KOMET HARTLEY

Spoiler for pic:

Tidak ada yang menyangka wahana antariksa Deep Impact sanggup menyambangi dua komet sekaligus. Setelah menempuh jarak ekstra hingga 4,6 juta kilomete, Deep Impact akhirnya mencapai target berikutnya, Komet Hartley 2.
Sebelum itu, tepatnya pada 2005, Deep Impact telah sampai ke Komet Tempel 1. Ia meluncurkan alat peneliti ke permukaan planet untuk mempelajari komposisi komet tersebut.
Namun, para ilmuwan menemukan bahwa Deep Impact masih memiliki tenaga cadangan untuk melakukan penjelajahan lagi. Misi ke Hartley 2 menghasilkan temuan bahwa komet berbentuk kacang itu masih sangat aktif. Ia menyenburkan gas pendorong sianida yang berasal dari karbon dioksida.
7. KETETAPAN YANG TIDAK TETAP

Spoiler for pic:
Di alam selalu ada ketetapan. Teori itu diyakini selama berpuluh-puluh tahun. Misalnya, kekuatan elektromagnetik yang kerap disebut struktur konstan atau alpha. Unsur tersebut selalu tetap di mana pun. Namun, observasi di galaksi terdekat menunjukkan bahwa alpha bisa berbeda-beda. Perbedaan bergantung pada galaksi mana ia berada. Ini artinya, kecepatan cahaya atau kekuatan elektron memiliki aneka variabel sesuai lokasi masing-masing.
Penelitian dilakukan di dua tempat, yakni melalui Keck di Hawaii dan teleskop besar di Cile. Keduanya melingkupi pengamatan di langit selatan dan utara. Dari situ diketahui, unsur alpha punya perbedaan di angkasa. Di langit utara, struktur tetap ternyata bisa mengecil seiring bertambahnya jarak. Sedangkan, kebalikannya terdapat di langit selatan








sumber :http://www.kaskus.us/showthread.php?t=6509151

Monday, January 2, 2012

Moncong pesawat tempat kabin pilot dibangun di Bldg 290, di Rockwell Downey tanggal 12 Juni 1986.

Spoiler for Awal Pembangunan Moncong Pesawat:




Tahap Akhir Pembuatan Moncong Pesawat / Kabin Pilot

Pembangunan moncong pesawat tempat kabin pilot kembali dilanjtukan di Bldg 290, di Rockwell Downey tanggal 18 Juni 1986.
Spoiler for Tahap Akhir Pembangunan Moncong Pesawat:




Test Vacuum

Moncong pesawat di test vacuum pada tanggal 20 Januari 1987 di Rockwell Downey.
Spoiler for Test Vacuum:




Pengiriman Kerangka Bagian Tengah

Kerangka bagian tengah Pesawat Endeavour dikirim dari General Dynamics (San Diego) menuju ke Rock Palmdell pada tanggal 10 September 1987.
Spoiler for Pengiriman Kerangka Tengah:




Pengiriman Ekor Belakang

Ekor belakang dikirim dari Fiarchild (New York) Menuju Rockwell Palmdale pada tanggal 18 September 1987.
Spoiler for Pengiriman Ekor Belakang:





Pemasangan Moncong Pesawat

Moncong pesawat dipasang pada kerangka bagian depan di Rockwell Palmdale tanggal 20 Januari 1988.
Spoiler for Pemasangan Moncong:




Pemasangan Sayap Pesawat

Sayap pesawat dipasang pada kerangka di Rockwell Palmdale tanggal 20 Januari 1988.
Spoiler for Pemasangan Moncong:




Instalasi Pipa

Pipa sedang dipasang di kerangka bagian belakang. Pipa berfungsi menyalurkan Oksigen dan Hidrogen cair.
Di lakukan di Rockwell Downey, tanggal 2 Agustus 1989
Spoiler for Instalasi Pipa:





Pemasangan Kerangka Belakang

Kerangka belakang yang sudah diinstalasi pipa tadi, dipasang di badan pesawat. Di lakukan di Rockwell Palmdale, tanggal 20 Desember 1989
Spoiler for Pemasangan Kerangka Belakang:





Moncong Pesawat Dihias

Moncong Pesawat dipersiapkan untuk di cat dan diberi dekorasi. Di lakukan di Rockwell Palmdale, tanggal 28 Februari 1990
Spoiler for Moncong Pesawat Dihias:






Pemasangan Ekor

Ekor belakang pesawat dipasang di kerangka. Di lakukan di Rockwell Palmdale, tanggal 27 Agustus 1990
Spoiler for Pemasangan Ekor:






Disatukan Dengan Peluncur

Pesawat Endeavour disatukan dengan pesawat peluncurnya yang akan membawanya ke antariksa. Dilakukan di Rockwell Palmdale, 1 Mei 1991.
Spoiler for Disatukan dengan peluncur:





Selesai Dibangun

Pesawat Endeavour selesai dibangun tanggal 25 April 1991
Spoiler for Selesai Dibangun:



Disatukan Dengan Peluncur

Pesawat Endeavour disatukan dengan pesawat peluncurnya yang akan membawanya ke antariksa. Dilakukan di Rockwell Palmdale, 1 Mei 1991.
Spoiler for Disatukan dengan peluncur:








Friday, December 30, 2011


1. Supermoon

Spoiler for klik:



Supermoon adalah fenomena langit paling menghebohkan masyarakat tahun 2011. Supermoon adalah fenomena ketika bulan tampak lebih besar dari biasanya. Tepatnya, tujuh persen lebih besar. Supermoon terjadi pada Sabtu (19/3/2011) malam dan Minggu (20/3/2011) dini hari. Supermoon terjadi ketika bulan berada di jarak paling dekat dengan Bumi. Jarak antara Bulan dan Bumi saat itu hanya 356.377 kilometer, 30.000 kilometer lebih dekat daripada jarak rata-rata Bulan-Bumi. Bulan sedang bergerak pada posisi terdekat dengan bumi. Posisi terdekat akan dicapai pada tanggal 19 Maret 2011 nanti, membawa bulan hanya pada jarak 221.567 mil, terdekat selama 18 tahun terakhir. Fenomen jarak terdekat bulan dan bumi ini sering disebut “supermoon”. Dampak yang dikibatkan Supermoon adalah meningkatnya gelombang pasang air laut beserta meningkatnya aktivitas seismik di Bumi yang bisa berakibat pada meningkatnya potensi gempa bumi dan erupsi gunung berapi. Pada saat yang hampir bersamaan atau 8 hari sebelum puncak kedekatan Bumi dengan Bulan (perigee), Jepang diguncang oleh gempa berkekuatan 8,9 skala magnitude dan menyebabkan tsunami yang hingga kini menewaskan 1000 korban jiwa



2. Gerhana bulan total
Spoiler for klik:





Saat malam minggu 10 Desember 2011 akan dapat dinikmati fenomena alam yang langka dan sangat indah yaitu gerhana bulan total. Gerhana total ini hanya dapat disaksikan lagi di Indonesia tujuh tahun ke depan. Gerhana bulan total kali ini terjadi saat prime time(waktu utama), yaitu dari magrib hingga menjelang tengah malam.Fenomena langka ini baru bisa disaksikan lagi pada enam tahun mendatang, yaitu pada 31 Januari 2018. Sebenarnya selama periode “kosong” itu terdapat tiga kali gerhana bulan, antara 2014 dan 2015. Tapi pemandangan bulan ditelan bayangan itu hanya bisa disaksikan di sebagian Indonesia, itu pun tak seluruh fase bisa terlihat.



3. Purnama Jupiter
Spoiler for klik:



adalah peristiwa astronomi yang sangat luar biasa indah. Purnama Jupiter, keadaan saat Jupiter berada dalam posisi terdekatnya dengan Bumi atau juga disebut oposisi Jupiter. Purnama Jupiter terjadi Jumat (28/10/2011). Dalam kondisi purnama, Jupiter-Bumi-Matahari akan berada pada satu garis lurus. Jupiter akan tampak bulat penuh dan lebih terang, termasuk yang paling terang dalam 11 tahun terakhir. Oposisi Jupiter juga bisa menjadi objek astrofotografi. Bisa di-zoom di Jupiter-nya atau Jupiter dengan satelit-satelitnya. Oposisi Jupiter tahun ini tergolong salah satu yang paling istimewa. Oposisi bertepatan dengan fase bulan baru dan perihelion Jupiter atau jarak terdekat Jupiter Matahari. Dengan demikian, cahaya akan lebih terang. Purnama Jupiter ini bisa terlihat jelas dengan mata telanjang walaupun ada polusi cahaya. Jupiter telah tampak jelas sejak beberapa saat sebelumnya. Namun Jupiter belum mencapai jarak terdekatnya dengan Bumi. Baru pada tanggal 28 Oktober malam itulah jarak terdekat dicapai.






4. Bulan biru
Spoiler for klik:



ternyata fakta fenomena keindahan alam yang benar ada bukan hanya sekedar dalam cerita fiksi. Gerhana Bulan Total (GBT) terjadi Sabtu (10/12/2011) malam dengan totalitas selama 50 menit, mulai dari pukul 21.07 hingga 21.57 WIB. Masyarakat Kecamatan Gombong, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah menyaksikan totalitas gerhana selama 20 menit yang sangat unik. Sempat bulan tersibak saat totalitas, nampak memerah kebiruan. Saat terjadi GBT, Bulan memang tidak akan lenyap begitu saja. Biasanya, Bulan tampak dalam warna merah karena saat itu cahaya merah paling banyak dihamburkan. Warna kebiruan itu teramati hanya saat totalitas gerhana terjadi. Pada saat itu, sebagian besar Bulan berwarna merah dan ada sebagian yang berwarna kebiruan.




5. Hujan meteor.

Spoiler for klik:




Dua hujan meteor pada bulan Ramadhan Ramadhan. Masing-masing adalah hujan meteor Perseids dan Delta Aquarids yang memuncak pada 13 Agustus 2011.



6. Hujan Meteor Quadrantid
Spoiler for klik:

Saat malam pergantian tahun baru 2010 ke 2011, ternyata langit bumi tidak hanya dihiasi kembang api tetapi juga adanya meteor. Pada 1 Januari 2011 dini hari saat awal jatuhnya hujan meteor Quadrantid. Pada saat permulaan hanya beberapa meteor yang tampak dalam satu jam. Setelah beberapa jam kemudian pada puncaknya akan terlihatl 100 meteor dalam setiap jamnya. Meteor ini sangat langka dan jarang terlihat dan sulit diprediksi datangnya. Hujan meteor Quadrantid terlihat pada rentang 1 hingga 5 Januari sudah terjadi. Puncak dari fenomena ini adalah pada 3 Januari mendatang. Saat itu bisa disaksikan 100 meteor atau rata-rata 2 meteor per menit. Meteor Ini diduga asalnya dari debu komet baru bernomor 1490 Y1 atau 1385 U1



7. Purnama terkecil
Spoiler for klik:




atau kebalikan dari supermoon yang terjadi 11 Oktober 2011. Bulan tercatat sebagai Bulan purnama terkecil sepanjang tahun 2011. Ketika melihat langit, Bulan memang mencapai fase penuhnya tetapi bentuknya lebih kecil dari biasanya. Namun masyarakat Indonesia tak bisa menikmatinya karena purnama terkecil ini akan jatuh pada pagi hari, saat Matahari sudah terbit. Untuk fenomena purnama terkecil ini, masyarakat Indonesia, mungkin bisa menunggu purnama-purnama terkecil yang mungkin terjadi di tahun berikutnya. Purnama terkecil ini terjadi 10 jam setelah puncak purnama yang terjadi pukul 12.00 GMT hari ini atau 07.00 WIB malam nanti. Pada saat terjadi purnama terkecil, Bulan akan tampak 12,3 persen lebih kecil dari Supermoon. Besar kecilnya ukuran Bulan dipengaruhi oleh pergerakan Bulan terhadap Bumi. Karena orbit bulan berbentuk elips, maka Bulan bisa berada di titik terdekat (perigee) ataupun titik terjauh (apogee).



8. Komet Lovejoy.
Spoiler for klik:

Komet Lovejoy yang menabrak Matahari, selamat dan akhirnya menampakkan diri menjelang Natal. Menurut laporan NASA, Lovejoy sebuah komet yang telah menabrak matahari ternyata selamat dari penerjunan bunuh diri melintasi atmosfer Matahari yang amat panas Jumat (16/12/2011). Sebelumnya para ahli astronomi memperkirakan komet tersebut binasa hancur lebur saat menembus panasnya matahari. Tabrakan komet dengan Matahari bukan sebuah peristiwa aneh, tetapi cukup jarang terjadi.


9. Peristiwa Langka Enam Gerhana dalam satu Tahun
Spoiler for klik:

Dalam tahun 2011 ini bumi disuguhi oleh empat gerhana matahari sebagian dan dua gerhana bulan total. Kombinasi empat dan dua gerhana dalam satu tahun adalah peristiwa yang jarang terjadi. Gerhana matahari sebagian pada 2011 akan terjadi pada 4 Januari, 1 Juni, 1 Juli, dan 25 November. Sedangkan gerhana bulan total akan terjadi pada 15 Juni dan 10 Desember. Kombinasi empat gerhana matahari dan dua gerhana bulan dalam setahun hanya akan terjadi enam kali sepanjang abad ke-21, yakni pada tahun 2011, 2029, 2047, 2065, 2076, dan 2094. Seluruh gerhana matahari tidak akan dapat dilihat dari Indonesia. Tapi dua gerhana bulan total akan dapat diamati di negeri ini. Seluruh fase gerhana bulan total Juni akan dapat diamati di Indonesia bagian barat, sementara wilayah Indonesia lainnya mengalami gerhana bulan sebagian. Pada awal tahun 2011, seluruh fase gerhana bulan total akan dapat diamati dari Sabang hingga Merauke. Gerhana matahari sebagian pada 4 Januari, akan dapat diamati di sebagian besar wilayah Eropa, Afrika utara, dan Asia Tengah. Di kota-kota Eropa seperti Madrid, Paris, London, dan Copenhagen, akan menjadi lokasi terbaik jepretan foto gerhana sebagian, saat matahari baru terbit. Puncak gerhana matahari sebagian ini akan terjadi pada 08:50:35 waktu universal (UT) dan lokasi terbaik adalah di wilayah utara Swedia. Warga di Kairo, Jerusalem, Istanbul, dan Teheran juga akan mendapati gerhana matahari sebagian dengan magnitud besar. Pemandangan indah gerhana matahari sebagian menjelang surya tenggelam akan dapat diamati di kawasan tengah Rusia, Kazakhstan, Mongolia, dan kawasan barat laut China. Gerhana matahari sebagian resmi berakhir saat penumbra meninggalkan bumi pada 11:00:54 UT


10. Jatuhnya Satelit Ke Bumi.
Spoiler for klik:

Satelit The Upper Atmosphere Research Satellite (UARS) yang sudah mati jatuh ke bumi. Tetapi NASA tidak bisa memastikan dengan tepat tanggal jatuhnya satelit ini. UARS adalah satelit yang diluncurkan pada 15 September 1991 oleh pesawat luar angkasa Discovery dan diperkirakan masuk bumi pada akhir bulan ini atau awal Oktober mendatang. Satelit ini sudah tidak berfungsi sejak 14 Desember 2005 dan pada dasarnya didesain untuk misi selama tiga tahun. Satelit ini memiliki panjang 11 meter dan diameter mencapai 4,5 meter. Meski satelit ini akan menjadi potongan-potongan terpisah saat masuk ke bumi, tidak semua bagian terbakar di atmosfer. UARS mengandung senyawa kimia. UARS diprediksi akan jatuh antara Kanad dan Amerika Selatan. Risiko menyangkut keselamatan publik dan beberapa bangunan yang mungkin terkena reruntuhan dari UARS sangat tinggi. NASA mengimbau agar pihak-pihak yang menemukan potongan satelit dari ruang angkasa ini menghindar. Semua pihak pun diminta proaktif melaporkan kepada yang berwajib jika menemukan potongannya.




sumber :http://www.kaskus.us/showthread.php?t=12277187

Monday, December 26, 2011




Teknisi NASA berhasil
menciptakan materi yang
mampu menyerap lebih dari
99% segala jenis cahaya.

Materi ini disebut-sebut sebagai
pembuka batas baru teknologi
antariksa. Materi penyerap umumnya menarik ultraviolet
dan cahaya tampak namun
materi baru ini juga menyerap inframerah dan cahaya jauh
inframerah. Tim teknisi
Goddard Space Flight Center
(GSFC) NASA menjadi pihak
yang berjasa menemukan
temuan mengejutkan ini.
Spoiler for pict:


Kepala tim John Hagopian
mengatakan, materi ini
memiliki daya serap 50 kali
lebih kuat dari materi penyerap
biasa.
“Materi kami hampir
sempurna di segala panjang
gelombang. Tak ada seorang
pun yang pernah melakukan
terobosan ini,” katanya seperti
dikutip DM.
Materi ini bisa diterapkan
pada beragam permukaan,
termasuk silikon, silikon
nitride, titanium, dan besi
antikarat yang merupakan
bahan yang umum digunakan
untuk instrumen sains luar
angkasa. Materi ini dapat
pula digunakan untuk
pendingin.



sumber :http://www.kaskus.us/showthread.php?t=11454824